Peer to Peer Lending adalah Investasinya Para Milenial

fintech P2P Lending

Jaringan Peer to Peer adalah model jaringan komputer yang terdiri dari dua atau beberapa komputer, dimana setiap station atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling berbagi. Bahkan untuk membuat jaringan peer-to-peer dengan dua komputer, kita tidak perlu menggunakan hub atau switch, namun cukup menggunakan 1 kabel UTP yang dipasangkan pada kartu jaringan masing-masing komputer.

Penjelasan di atas, agak sedikit berbeda dengan investasi peer to peer lending syariah Indonesia. Ini merupakan salah satu alternatif investasi bagi para generasi milenial untuk mengembangkan uangnya. Banyak sumber menyebutkan, investasi lainnya yang paling mudah dilakukan oleh pemula adalah membeli properti, atau emas dan investasi reksa dana.

Meski demikian, memang belum banyak yang paham dengan jenis investasi peer to peer ini, sehingga ragu-ragu untuk menanamkan modalnya. Padahal investasi ini hampir serupa dengan reksa dana, namun dengan skala lebih kecil.

Berikut pembahasan soal produk keuangan terbaru ini dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menjadi investornya.

Peer to Peer Lending adalah Investasinya Para Milenial

Apa itu P2P Lending?

Fintech Peer to Peer (P2P) Lending adalah kegiatan pinjam meminjam dengan model penanaman modal kepada pemilik usaha yang membutuhkan secara online melalui marketplace. Lewat marketplace ini, investor yang memiliki modal bisa mencari usaha yang akan dibiayai. Sebaliknya, pemilik usaha bisa mengajukan pinjaman lewat marketplace yang sama.

Karena itu, hubungan antara dua pihak tersebut bisa dilakukan langsung dan terbuka tanpa campur tangan lembaga keuangan lain sebagai penghubungnya. Inilah yang kemudian menjadi dasar penggunaan istilah peer to peer (P2P).

Hubungan yang terjalin murni antara pemilik modal dengan pemilik usaha tanpa keterlibatan bank, jasa kredit, maupun koperasi. Model usahanya juga beragam mulai dari UKM, kuliner, pertanian, dan lainnya.

Dana yang dihimpun secara kolektif ini kemudian disalurkan kepada pemilik usaha yang mengajukan permodalan. Karena modelnya yang kolektif ini maka pemilik modal tidak harus memiliki uang yang sangat besar untuk mulai berinvestasi.

Ada berbagai macam aplikasi p2p lending investasi yang sudah berkembang di Indonesia dan dijamin keamanannya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara Kerja Fintech P2P Lending

Sama seperti fungsinya sebagai media yang mempertemukan pemberi pinjaman dan peminjam. Dalam sistem P2P Lending sendiri, kamu akan mengenai peminjam dan investor. Keduanya memiliki peran yang berbeda-beda. Nah, agar tahu perbedaan keduanya, di bawah ini adalah cara kerja P2P Lending berdasarkan role atau perannya masing-masing.

Sebagai Peminjam

Untuk menggunakan layanan pinjaman melalui P2P Lending, kamu harus mendaftar terlebih dulu sebagai pengguna P2P Lending tersebut. Kemudian kamu perlu mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman secara online. Biasanya, proses pengajuannya relatif lebih cepat dibanding kamu meminjam melalui lembaga keuangan seperti bank. Dokumen yang kamu butuhkan berupa laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu dan tujuan kamu melakukan pinjaman tersebut.

Permohonan atas pinjaman kamu bisa diterima atau ditolak berdasarkan beberapa faktor. Jika permohonan ditolak, artinya kamu harus memperbaiki segala hal yang menjadi alasan penolakan permohonan tersebut. Sedangkan jika diterima, kamu akan dikenakan suku bunga pinjaman yang akan diterapkan dalam pengajuan pinjaman dan akan dimasukkan ke dalam marketplace yang tersedia agar semua pendana bisa melihat pinjaman yang kamu lakukan.

Sebagai Investor

Sebagai investor, kamu akan mendapatkan akses untuk melihat data pengajuan pinjaman melalui dasbor yang telah disediakan oleh peer to peer lending Indonesia terbaik tersebut. Kamu juga bisa melihat seluruh data mengenai setiap pengajuan pinjaman, terutama data relevan mengenai si peminjam seperti pendapatan, riwayat keuangan, tujuan peminjaman, hingga alasan lainnya yang biasanya sesuai dengan perusahaan fintech P2P Lending.

Jika kamu memutuskan untuk mendanai pinjaman tersebut, kamu bisa langsung mendistribusikan dana setelah melakukan deposit sesuai tujuan investasi. Selain itu, biasanya peminjam akan mencicil dana pinjamannya setiap bulan dan akan mendapatkan keuntungan berupa pokok dan bunga yang besarannya tergantung pada suku bunga pinjaman yang diinvestasikan.

Tinggalkan Balasan